Jumat, 14 Oktober 2011

Prestasi Tanpa Prestise

Sejak kecil saya memiliki banyak angan-angan dalam soal pekerjaan kelak. Dulunya saya ingin sekali menjadi Astronom karena kesukaan saya pada angkasa raya, sayang kemampuan saya yang super biasa tak memungkinkan saya untuk menekuni pekerjaan itu :) *benar-benar mimpi hehe..

Dulunya saya ingin jadi penulis, sayang kegagalan-kegagalan saya dalam mengikuti dunia tulis-menulis membuat saya patah arang, malah menyurutkan langkah saya mewujudkan mimpi saya:)

Dulunya saya ingin jadi Programmer Computer, sayang daya nalar yang rendah tak mampu membuat saya berusaha keras untuk sekedar mencoba kemampuan saya dalam hal program memprogram :)



Dan sekarang, dunia yang saya geluti sama sekali tidak ada hubungannya dengan cita-cita besar saya itu:) jauh malah dan sama sekali tak menyentuh hal-hal diatas..:) *tersipu malu:))

Saya hanya perempuan biasa, sangat biasa malah, yang mencoba peruntungan di dunia nonformal yang kadang terkesan remeh dan jauh dari kata prestisius untuk beberapa pemikiran orang-orang yang mengenal saya. Bagi saya tak masalah, selama saya menyukai apa yang saya lakukan dan apa yang saya kerjakan, toh yang saya kerjakan adalah sesuatu yang halal, so whatt??

Tak sedikit tawaran kerja menghampiri saya yang menawarkan salary aduhai, bla bla bla yang hahai.., bahkan melalui jalur khusus.., artinya saya tak harus melewati tahapan seleksi, ujian saringan, atau bahkan interview. Saya hanya meminta waktu untuk berpikir, dan selanjutnya..ucapan terima kasih yang teramat sangat atas semua penghargaan itu. Ya, bagi saya tawaran kerja adalah penghargaan yang masuk kategori tak ternilai.

Apakah yang saya dapatkan sekarang lebih besar dari tawaran salary perusahaan?  sama sekali tidak.., apa yang saya peroleh tak lebih besar dari tawaran perusahaan. Jadi kenapa memilih dunia yang sekarang? dunia yang tak lebih baik dari dunia kerja formal?

Intinya adalah saya sangat menghargai semua jerih payah, semua kerja keras, semua tetesan keringat, dan semua doa yang mengiringi hari-hari saya. Bukankah itu sebuah nilai yang jauh lebih besar dari uang?? dan hal terbaik lainnya adalah saat saya memiliki dua partner kerja yang memilik loyalitas sangat tinggi pada dunia yang kami geluti. Tak lantas membuat hidup mereka senang, tapi membuat mereka menjadi lebih berarti, membuat mereka dihargai, karena bekerja adalah sebuah penghargaan, dan itu adalah prestasi luar biasa saya, sebuah Prestasi tanpa Prestise.