Senin, 19 November 2012

INEM VS IJAH “GALAU MODERN”


 
Chatting special teman saya, dengan tema “status galau Inem VS Ijah” (bukan nama sebenarnya). 
setelah lama tak bertegur sapa di dunia nyata, mereka terlibat dalam pembicaraan serius di ranah 
maya *serius ga sihh... Ini pembicaraan mereka yang sempat saya intip dengan seksama...:))

Inem        :   jah, apa kabar?
Ijah          :   baik nem..dimana sekarang?? Ngeksis terus euyJ
Inem        :   di k*** maklum masih jomblo, eksis terus biar ketemu jodo (tempat disamarkan untuk menghindari seorang debt collector mengetahui keberadaan Inem…bukaaan…bukan karena utang, tapi karena inem minjem buku si debt collector, udah 5 taun ga dikembalikan :)))
Ijah           :  aku malah dah khatam di fb ga dapet jodoh juga..nasseeeb-naseebbb wkwkwk
                   (ga ngerti maksud khatamnya apa..kali  udah ribuan poto dipajang di fb, mulai dari senyum monalisa, cemberut beibeh..sampe nyengir kuda..) *paling gak,  Ijah udah usahaa,  -_ -
Inem        :   hahahaha .. cantik, gak bisa dipungkiri.., baek juga udah, malah bakat alami.. masih ga da yang minat yah sama kita-kita..xiexiexie..*kata-kata lebay
Ijah          :   kurang sajen, kali nem…;))
Inem        :   @#$%^$##$#^&&&*^%$$%&##@@@*****  wkwkwk

Pembicaraan terus berlanjut seputar jomblo, galau n friends sampe tangan pegel2, kepala cenat-cenut, pusing tujuh keliling efek kecapean nggalau modern diselingi dengan tawa khas alam maya “hueheuehe..wkwkwkw..wokwokwok..xixixi”


Akhirnya saya berkesimpulan bahwa ternyata teman-teman saya ini, memiliki kesamaan dalam hal “…. sajen berpengaruh besar dalam proses penjombloan INem VS Ijah* wkwkww.. END

Jumat, 20 April 2012

INI ALASANNYA



Menulis bukanlah hal yang mudah untuk saya, yang bagi sebagian orang adalah hal yang wajar-wajar saja. Tak mudah… karena sulit membuat apa yang berkecamuk di hati berpindah dalam bentuk tulisan. Tak mudah juga, karena tak semua layak dipublikasi dengan alasan “super” privasi:)

Dulu.., mungkin sebagian orang memilih diary untuk curahan hatinya, tapi tidak dengan saya. Saya terbiasa menulis riak-riak hati hanya dalam selembar kertas saja, menyimpannya untuk jangka waktu beberapa lama. Membacanya jauh berbulan-bulan atau bertahun kemudian, dan bersiap-siap melemparkannya kedalam tong sampah. Bagi saya ini hanya sebagai memori saja, sekedar mengenang saja, tak bermaksud untuk kembali dalam kisah usang yang kadang bikin hati meradang;)

Ya, karena hidup adalah perjalanan, karena hidup adalah proses belajar yang tak pernah selesai hingga akhir usia, saat Tuhan mencukupkan waktu yang ada Cuma sebatas itu saja, atau umur ekstra yang semoga saja banyak manfaatnya.

Proses belajar ini yang membuat saya menulis…saya belajar tentang kehidupan,  belajar dari setiap kesalahan, belajar dari wilayah “abu-abu” yang selalu ada diantara “hitam dan putih”nya kehidupan yang setiap orang memilikinya..belajar mencari makna dari kisah yang tersurat atau tersirat… belajar tentang banyak hal dalam setiap prosesnya. Hidup yang tak akan pernah mulus saja, atau selalu berkerikil saja, hidup yang tak selalu tertawa saja, atau menangis saja. Hidup yang juga adalah soal memilah dan memilih yang kadang tak selalu benar, dan tak selalu salah, dengan segala konsekuensinya.

Menulis juga bagian dari terapi jiwa…sekedar membuang jenuh dan letihnya raga, keluar dari rutinitas yang tak pernah ada habisnya, yang juga bagian dari sisi lain saya. Ya saya, yang terbiasa dengan kerumitan kerja serabutan “ala”nya saya dengan mengusung tema “yang penting halal”… :)

Menulis membuat saya bahagia, sama bahagianya saat saya bisa menyelesaikan puzzle yang menghabiskan banyak waktu hanya untuk membuatnya utuh sempurna. Menulis membuat saya merasa ada, alasan dominan yang tak pernah membuat saya jengah saat mencoba merangkai kata menjadi cerita yang adalah bagian dari perjalanan saya, yang takkan selalu terkisah dalam “Sejenak Bercerita”.

Selasa, 13 Maret 2012

Cinta Itu Membahagiakan Bila...



Cinta itu membahagiakan bila...
Ada rasa nyaman juga damai sebagai efeknya..ada nilai kebaikan yang hadir karenanya..ada keikhlasan menerima semua kekurangan juga kelebihannya dalam paket utuhnya..

Cinta itu membahagiakan bila...
Ada komitmen setelahnya...setia hingga maut memisahkan...hidup dalam keabadian, dalam kisah yang melegenda setelahnya...

Cinta itu membahagiakan bila..
Tak ada hati yang tersakiti karenanya...tak ada kebencian yang ditimbulkan karenanya...tak ada kekhawatiran yang hadir karenanya... dan tak ada rasa bersalah yang menghantui karenanya..

Cinta itu membahagiakan bila..
Takdir Tuhan bekerja atasnya..ditemukan dan menemukan karena alur dari-Nya..bukan dengan menyakiti atau tersakiti..bukan dengan dilema juga problema dalam prosesnya, yang tak akan berakhir bila tak ada yang mengakhirinya..